Melalui Restorative Justice, Polres Touna Damaikan Kasus Penganiayaan Imam Masjid

Pelapor dan Terlapor bersalaman dan berpelukan bersepakat selesaikan secara kekeluargaan.
Pelapor dan Terlapor bersalaman dan berpelukan bersepakat selesaikan secara kekeluargaan.

TOUNA – Polres Tojo Una-Una (Touna) melalui Satuan Reskrim akhirnya berhasil mendamaikan kasus dugaan penganiayaan yang dialami Ade Fitra Imam Masjid As-Sunnah Ampana dengan terlapor Muhammad Lasawedi (49).

Pelapor yang didampingi pengurus Masjid As-Sunnah dan perwakilan dari terlapor bersepakat untuk berdamai dan mencabut laporannya, Kamis (13/01/2022) di ruangan Kasat Reskrim Polres Touna.

Kapolres Touna, AKBP Riski Fara Sandhy, SIK, MIK melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Kasim, SH menjelaskan, bahwa penyelesaian perkara Restorative Justice merupakan proses perdamaian di luar peradilan dengan menggunakan cara mediasi atau musyawarah dalam mencapai suatu keadilan.

Kasus dugaan penganiayaan ini terjadi pada tanggal 18 Desember 2021 di halaman Masjid As-Sunnah Ampana, Desa Sumoli, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Touna.

“Jadi peran kami sebagai Penyidik Polres Touna sebagai mediator mencari solusi terbaik yang disetujui dan disepakati kedua belah pihak,” kata Mantan Kapolsek Mori Atas itu.

Lanjut kata Iptu Muhammad Kasim, bahwa mediasi dilakukan setelah adanya itikad baik dari kedua belah pihak dan juga guna meredam terjadinya permasalahan baru.

“Alhamdulillah keduanya bersepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan saling memaafkan serta mencabut laporannya,” ujarnya.

“Kedua pihak sepakat damai atas dasar keputusan tanpa ada unsur paksaan atau intimidasi dari pihak manapun melainkan atas dasar kesadaran kedua belah pihak,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan media ini, usai penandatanganan perjanjian damai dan pencabutan laporan kedua belah pihak bersalaman dan berpelukan yang menandakan kasus ini telah selesai.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.