Wabup Buka Rapat Kordinasi Teknis Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Touna

Wabup Touna, Ilham Lawidu, SH Saat Membuka Rapat Kordinasi Teknis Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Touna
Wabup Touna, Ilham Lawidu, SH Saat Membuka Rapat Kordinasi Teknis Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Touna

TOUNA – Wakil Bupati (Wabup) Touna, Ilham Lawidu, SH membuka secara resmi kegiatan Rapat Kordinasi Teknis Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Touna bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Touna, Senin (07/03/2022) sekitar pukul 09.30 Wita.

Wakil Bupati Touna, Ilham dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan, semoga akan tercipta komitmen dari seluruh pihak dalam menanggulangi permasalahan stunting secara bersama-sama.

“Seperti kita ketahui bersama, bahwa persoalan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional dalam rencana jangka menengah nasional (RPJMN) IV Tahun 2020-2024 yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo yang mempunyai 7 agenda pembangunan yang salah satunya adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing, dan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas SDM adalah Stunting atau gagal tumbuh (Kerdil),” ucap Wabup.

Wabup mengatakan, stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terlambat, namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. Hal ini yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang dibawah rata-rata dan bisa berakibat pada prestasi sekolah yang buruk.

“Dalam target RPJMN 2019-2024 disebutkan bahwa stunting akan diturunkan menjadi 14% pada tahun 2024. Presiden juga mengeluarkan peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang berisi tugas dan fungsi Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota serta kelembagaan tim percepatan penurunan stunting mulai dari pusat hingga ke desa,” kata Wabup.

Wabup menjelaskan berdasarkan hasil survei status gizi indonesia (SSGI) prevalensi stunting Kabupaten Touna tahun 2021 masih berada di angka 29,4 %, menempati urutan ke 9 dari 13 Kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Tengah. Untuk itu perlu kerja keras kita di Kabupaten Touna, agar angka stunting dapat diturunkan menjadi 14 % di tahun 2024.

“Dalam RPJMD Kabupaten Touna tahun 2021-2026 target penurunan stunting juga disebutkan pada tahun 2026 hanya 10-7 %,” jelas Wabup.

Wabup meminta kepada tim agar bersungguh-sungguh melakukan rapat teknis dan menyerap penyampaian oleh Narasumber Pusat, sehingga tujun kita untuk menurunkan stunting di Kabupaten Touna tahun 2024 dapat tercapai.

“Saya berharap tim percepatan penurunan stunting ini perlu selalu di evaluasi agar pencapaian target kinerja dapat dilakukan yang pada akhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Touna,” tutup Wabup.

Hadir dalam kegiatan ini,  Unsur Forum Kordinasi Pimpinan Daerah, Tim Direktorat Pembangunan Daerah Kementrian Dalam Negeri RI, Ketua Tim Penggerak PKK, Sekertaris Daerah, Para Asisten, Kepala OPD Lingkup Pemda Touna, Pimpinan Istansi Vertikal serta awak media.(yya/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.