Polres Banggai Gelar Konfrensi Pers Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan Yang Menyebabkan Hilangnya Nyawa Seseorang Pelajar di Luwuk

Kapolres Banggai AKBP Yoga Priyahutama SH, SIK, MH, didampinggi Kasat Reskrim Iptu Adi Herlambang saat menggelar konferensi pers bersama awak media di depan lobi Mapolres Banggai, Jumat (18/3/2022).
Kapolres Banggai AKBP Yoga Priyahutama SH, SIK, MH, didampinggi Kasat Reskrim Iptu Adi Herlambang saat menggelar konferensi pers bersama awak media di depan lobi Mapolres Banggai, Jumat (18/3/2022). Foto: Humas Polres Banggai.

BANGGAI – Satreskrim Polres Banggai menahan empat orang yang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Penangkapan tersangka sesuai dengan laporan polisi nomor LP /B /167/III/2022 tanggal 16 Maret 2022. Dari keempat yang ditahan ini yakni satu orang dewasa dan tiga masih dibawah umur atau berstatus sebagai pelajar Sekolah Menegah Atas (SMA).

Hal itu disampaikan Kapolres Banggai AKBP Yoga Priyahutama SH, SIK, MH, didampinggi Kasat Reskrim Iptu Adi Herlambang saat menggelar konfrensi pers bersama awak media di depan lobi Mapolres Banggai, Jumat (18/3/2022).

Kapolres mengungkapkan, dari keempat yang ditahan dua sudah ditetapkan sebagai tersangka sedangkan dua orang lagi masih mengarah.

“Kasus ini terjadi di Jalan Urip Sumoharjo tepatnya di depan Kantor PT. Sentral Sulawesi, Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, dimana tersangka bernisial FM dan korban bernisial AL membuat kesepakatan untuk bertemu untuk berkelahi satu lawan satu,” ungkap AKBP Yoga.

Namun, lanjut Kapolres, ternyata setelah di TKP teman-teman FM turut membantu mengeroyok korban dengan menggunakan kunci inggris dan kayu balok yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Dari hasil pemeriksaan, diketahui tersangka FM memiliki dendam pribadi terhadap korban lantaran saat di sekolah korban mengajak tersangka untuk bermain namun korban sempat memukul kepada tersangka di depan teman-teman sekolah, karena perlakuan korban kepada tersangka ini sehingga tersangka menyimpan dendam kepada korban,” sebut AKBP Yoga.

“Atas perbuatan tersebut, keempat tersangka dikenakan pasal 340 KUHPidana sub pasal 338 KUHP lebih sub Pasal 170 ayat (1) ke 3e KUHP lebih sus pasal 351 (1) ke 3e atau pasal 80 ayat (1), (2), (3) jo pasal 76 C undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 perubahan atas undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 perubahan tentang perlindungan anak,” tutup Kapolres.

Sumber: Humas Polres Banggai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.