Lapas Kelas IIB Ampana Tandatangani MuO Dengan PHDI Touna

Lapas Kelas IIB Ampana Tandatangani MuO Dengan PHDI Touna
Lapas Kelas IIB Ampana Tandatangani MuO Dengan PHDI Touna. Foto: Humas Lapas Ampana.

TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Yayasan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Touna, Senin (21/03/2022) di Balai Pertemuan Pura Dharma Sahwahita Polres Touna.

Kegiatan Penandatanganan MoU yang diselenggarakan oleh pengurus PHDI Kabupaten Touna ini dihadiri Ketua PHDI Kabupaten Touna I Wayan Mayun dan pengurus PHDI Kabupaten Touna, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana Gunawan beserta  pejabat Lapas Kelas IIB Ampana.

Kepala Lapas Kelas IIB Ampana Gunawan mengatakan, penandatanganan MoU Lapas Ampana  Kelas IIB Ampana bersama PHDI Kabupaten Touuna sebagai upaya dalam melaksanakan program Integrasi Asimilasi kerja sosial bagi Narapidana  yang beragama Hindu.

“Seperti kita ketahui bahwa asimilasi merupakan program pembauran warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebelum bebas. Program pembauran di maksud ini adalah sebagai pembiasaan WBP sebelum bergabung kembali di lingkungan keluarga dan masyarakat, agar suasana kembali seperti semula baik keluarga maupun masyarakat mampu menerima WBP bersangkutan dalam kesehariannya tanpa memandang status sebagai mantan narapidana, ” kata Gunawan usai kegiatan.

Kalapas menjelaskan, bahwa kegiatan ini berjalan sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No.M.2.PK.04-10 Tahun 2007. tentang syarat dan tata cara pelaksanaan asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat.

“Kemudian pelaksanaanya di atur langsung pada Pasal 9 UU No. 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan yang menyebutkan bahwa dalam rangka penyelenggaraan pembinaan dan pembimbingan warga binaan pemasyarakatan,  Menteri dapat mengadakan kerjasama dengan instansi pemerintah terkait, badan- badan kemasyarakatan lainnya atau perorangan yang kegiatannya seiring dengan penyelenggaraan sistem pemasyarakatan,” jelas Gunawan.

Kalapas berharap dengan di tandatanganinya MoU tersebut pembinaan kerohanian bagi WBP Lapas Ampana dapat berjalan dengan baik.

“Kami berharap  program integrasi Asimilasi sosial bagi WBP yang beragama Hindu dapat terpenuhi sebagai salah satu syarat bagi WBP sebelum mendapatkan hak pembebasan bersyarat,” tutup Gunawan.(yya/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.