Polres Touna Berhasil Amankan Tersangka Kasus Asusila di Media Sosial

Kapolres Touna, AKBP Riski Fara Sandhy, SIK, MIK didampingi Wakapolres Touna Kompol I Made Darma, SH dan Kasat Reskrim Iptu Muh. Kasim, SH pada saat Konferensi Pers bersama awak media di Polres Touna, Selasa (29/3/2022).
Kapolres Touna, AKBP Riski Fara Sandhy, SIK, MIK didampingi Wakapolres Touna Kompol I Made Darma, SH dan Kasat Reskrim Iptu Muh. Kasim, SH pada saat Konferensi Pers bersama awak media di Polres Touna, Selasa (29/3/2022).

TOUNA – Satuan Reskrim (Sat Reskrim) Polres Touna berhasil mengungkap dan menangkap terduga tersangka  kasus tindak pidana asusila melalui Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) berinisial SA alias Ipul (27) warga Desa Ambesia, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, pada Minggu 27 Februari 2022 di Kota Palu.

Pelaku ditangkap berdasarkan Laporan polisi nomor: LP-B/31/II/2022/Sulteng/Res Touna, tanggal 08 Februari 2022, Surat perintah penyidikan nomor: SP.Dik/07/II/2022/Rekrim, tanggal 08 Februari 2022 dan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan nomor: SPDP,/04/II/2022/Reskrim, 08 Februari 2022.

Hal itu diungkapkan Kapolres Touna, AKBP Riski Fara Sandhy, SIK, MIK didampingi Wakapolres Touna Kompol I Made Darma, SH dan Kasat Reskrim Iptu Muh. Kasim, SH pada saat Konferensi Pers bersama awak media di Polres Touna, Selasa (29/3/2022).

AKBP Riski menjelaskan kasus asusila melalui ITE berawal pada hari Sabtu 29 Januari 2022, pelaku SA alias Ipul menggugah postingan foto korban perempuan M bermuatan pornografi di media sosial Facebook dan group Facebook @Info Kota Palu, @Info Jual Beli Tinombo, @Info Kota Ampana dengan menggunakan akun Facebook milik korban dan akun milik pelaku.

“Kemudian pelaku mengrimkan foto screenshot hasil postingan media sosial Facebook tersebut kepada saudara korban berinisial RM alias Ama dan perempuan AT alias Ika yang merupakan teman korban di rumah makan Sabo, Kecamatan Ampana Tete melalui pesan chating media sosial watshap dengan tujuan mempermalukan korban dan pelaku,” jelas Riski.

Riski mengatakan, pelaku dapat menggunakan akun Facebook korban, karena korban sendiri yang memberikan akun dan sandi tersbut kepada pelaku, korban dan pelaku memiliki hubungan asmara (pacaran).

“Berdasarkan keterangan pelaku, dirinya melakukan tindak pidanan asusila melalui ITE terhadap korban, karena pelaku marah, karena korban yang disuruh pulang ke Desa Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, namun korban tidak mau pulang dengan alasan korban bekerja di warung makan desa Sabo Kecamatan Ampana Tete,” kata Riski.

Riski mengatakan, bersama pelaku juga diamankan 1 unit Handphone merk Samsung Galaxy V Duos warna putih, 1 buah akun Facebook atas nama pelaku, 3 lembar hasil screenshot postingan akun Facebook atas nama pelaku dan 3 lembar hasil screenshot postingan media sosial WhatsApp.

“Pelaku dipersangkakan dengan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.