Napiter Jadi Imam Sholat Isyah dan Tarawih di Majid Lapas Ampana

Napiter Imam Sholat Isyah dan Tarawih di Majid Lapas Ampana
Napiter Imam Sholat Isyah dan Tarawih di Majid Lapas Ampana. Foto: Humas Lapas Ampana.

TOUNA –  Lumrah dan tidak asing ketika kita mendengar Narapidana dan Ex. Napi menjadi Imam di mesjid-mesjid apalagi mesjid dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Namun Ada yang beda kali ini, imam di Lapas merupakan Napi Teroris atau biasa disebut Napiter.

Napiter di Lapas Kelas IIB Ampana di tugaskan memimpin jalannya sholat isya’ dan tarawih. Penugasan ini bukan tidak berdasar, memang kalau kita melihat dari runtut kejadian bahwa Napiter ini merupakan pidana yang di khususkan, akan tetapi WBP An. Aco ini telah menjalani masa pidananya selama 2 Tahun dan sudah kembali kepada NKRI dengan telah menyepakati baik secara pengakuan maupun Administrasinya.

Berdasarkan hasil pertimbangan dan pemantauan selama di Lapas Kelas IIB Ampana WBP tersebut sudah menunjukan perilaku yang kooperatif selayaknya warga binaan pemasyarakatan (hasil pemantauan petugas lapas), selain itu beliau telah mengikuti salah satu bentuk program deradikalisasi, dan selalu mentaati aturan yang diberlakukan oleh Lapas.

Hal ini menjadi acuan Kalapas melalui Ka. Binadikgiatja (Pamong Napiter) untuk diberi kesempatan menjadi imam bagi WBP di Mesjid Lapas Kelas IIB Ampana secara terjadwal.

Alasan paling inti disampaikan Kalapas Kelas IIB Ampana Gunawan yaitu beliau nanti akan menstimulun WBP lainnya untuk lebih giat lagi dalam melakukan ibadah dan menjalani sisa masa pidana sebagai masyarakat normal.

Kalapas berpesan melalui momentum dibulan suci ramadhan ini, petugas harus lebih progresif dalam melaksanakan tugas, fungsi utama pembinaan kerohanian perlu digenjot mengingat sistem pemasyarakatan kita lebih mengedepankan pembinaan

“Salah satu tolak ukur berhasilnya lapas tidak lain yaitu saat WBP tersebut bebas, mereka masih membiasakan diri mendekatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tetap melaksanakan peribadatan dan hubungan interaksi sosial lebih baik lagi,” ujar Gunawan.

Sumber: Humas Lapas Ampana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.