Dua CPNS Lapas Ampana Ikuti Latsar Gelombang Pertama Tahun 2022

Dua CPNS Lapas Ampana Saat mengikuti Latsar Gelombang Pertama Tahun 2022.

TOUNA – Sebanyak 2 orang CPNS Lapas Kelas IIB Ampana Mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) gelombang pertama tahun 2022 Secara Virtual (10/05/22). Pelatihan Dasar (Latsar) adalah pondasi para CPNS sebelum menjalani tugas dan jabatannya.

Menurut Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2000 tentang pendidikan dan pelatihan jabatan Aparatur Sipil Negara (Pegawai Negeri Sipil), antara lain ditetapkan jenis-jenis diklat ASN/PNS. Salah satu jenis diklat adalah Latsar CPNS (Golongan I, II, atau III) yang merupakan syarat pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk menjadi ASN/PNS sesuai golongan tersebut di atas.

Latsar CPNS dilaksanakan untuk memberikan bekal pengetahuan dalam pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika Pegawai Negeri Sipil, pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang tugas dan budaya organisasinya supaya mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayan masyarakat.

Peserta latsar gelombang pertama dari Lapas Ampana Yaitu  Moh. Veron dan Surya Pratama Kegiatan Latsar resmi dibuka pada Pukul 09.30 – 11.00 Wita, oleh Kepala BPSDM Kemenkumhamri Dr. Asep Kurnia.

Dr. Asep Kurni mebawakan materi mengenai Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur dan Nilai-Nilai ASN.

Dalam materinya Dr. Asep Kurni berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan Latsar dengan baik dan bersungguh-sungguh, karena hanya ada satu kali kesempatan.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Ampana Gunawan mengatakan, pembekalan kali ini penting adanya mengingat tantangan kedepan generasi penerus telah memasuki revolusi industri 4.0 dan akan menyongsong revolusi 5.0.

“Tunas pengayoman ini harus mampu adaptif dalam mengikuti perkembangan zaman, tekhnologi yang lagi dikembangkan harus segera direspon oleh semua pegawai termasuk para CPNS,” kata Gunawan.

Menurutnya, salah satunya yaitu kegiatan-kegiatan yang semula dilakukan secara tatap muka, sekarang coba di mix dengan cara virtual atau online tanpa tatap muka secara langsung.

“Untuk itu, saya berpesan bahwa tekhnologi adalah jendela dunia, tekhnologi memiliki sifat transformasi yang begitu cepat, sehingga para pegawai harus rensponsif dalam memadukan sistem pemasyarakatan dan tekhnologi, agar tercipta keterpaduan system pemasyarakatan,” pungkasnya.

Sumber: Humas Lapas Ampana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.