Pemkab Touna Kembali Raih WTP Ke-10 Secara Berturut

Bupati Touna, Mohammad Lahay, S.E., M.M yang di dampingi oleh Ketua DPRD Touna, DR. Mahmud Lahay, S.E., M.Si, Wakil Bupati Ilham Lawidu, S.H, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Touna, DR. Hj. Sovianur Kure, S.E., M.Si di Aula Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (17/05/2022) kemarin.
Bupati Touna, Mohammad Lahay, S.E., M.M yang di dampingi oleh Ketua DPRD Touna, DR. Mahmud Lahay, S.E., M.Si, Wakil Bupati  Ilham Lawidu, S.H, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Touna, DR. Hj. Sovianur Kure, S.E., M.Si di Aula Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (17/05/2022) kemarin.

PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tojo Una-Una (Touna) kembali mendapatkan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Penyerahan Hasil Laporan Keuangan tersebut langsung diberikan kepada Bupati Touna, Mohammad Lahay, S.E., M.M yang di dampingi oleh Ketua DPRD Touna, DR. Mahmud Lahay, S.E., M.Si, Wakil Bupati  Ilham Lawidu, S.H, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Touna, DR. Hj. Sovianur Kure, S.E., M.Si di Aula Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (17/05/2022) kemarin.

Predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) atas Pemeriksaan LKPD Tahun 2021 ini merupakan Predikat WTP ke Sepuluh yang diraih oleh Pemkab Touna secara berturut-turut.

Penyerahan hasil opini tersebut juga bersamaan dengan 6 (Enam) Kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Toli Toli, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai, Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara.

Dalam sambutannya Kepala BPK Perwakilan Sulteng menyampaikan ucapan selamat kepada Kabupaten yang dapat pertahankan Opini WTP dari Tahun ke Tahun.” Saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dalam proses pemeriksaan dan kami memohon maaf atas hal-hal yang kurang berkenan selama jalannya pemeriksaan” Ucapnya.

Menyikapi hasil Opini BPK tersebut Bupati Touna, Mohammad Lahay menyatakan Syukur Alhamdulillah Kabupaten Touna bisa mempertahankan Predikat Wajar Tampa Pengecualian (WTP) yang ke Sepuluh kali secara berturut-turut.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa Predikat Wajar Tampa Pengecualian (WTP) bukan di jadikan alasan bagi Kami untuk berbangga diri. Namun hal ini di maknai sebagai upaya lebih berhati-hati serta memperbaiki berbagai kekurangan yang ada,” ujar Mohammad Lahay.

Sumber: Diskomifo Touna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.