Pemkab Touna Gelar Rembuk Stunting Tahun 2022

Wakil Bupati Touna, Ilham Lawidu, SH Saat Membuka Rembuk Stunting Kabupaten Touna Tahun 2022.
Wakil Bupati Touna, Ilham Lawidu, SH Saat Membuka Rembuk Stunting Kabupaten Touna Tahun 2022.

TOUNA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tojo Una-Una (Touna) menggelar rembuk stunting Tahun 2022 yang dirangkaikan dengan Launching Inovasi Perubahan Strata Pondasi Camat di Gedung Auditorium Kantor Bupati Touna, Rabu (08/06/2022).

Kegiatan yang mengambil tema Dengan Sinergitas Kita Wujudkan Penurunan Stunting di Kabupaten Touna ini dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Touna, Ilham Lawidu, SH.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua DPRD Touna, DR. H. Mahmud Lahay, SE, M.SI, Seketaris Daerah Kabupaten Touna, DR. Sovianur Kure, SE, M.SI, Perwira Penghubung 1307/Poso di Ampana Mayor Inf. Asrar Zees, Kabag Ops Polres Touna, AKP Mulyadi, Asisten 1 Setdakab Touna, Alfian Matajeng, S.Pd, MAP, Ketua TP-PKK Touna, Ketua Ikatan Bidan Touna, Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Touna, Pimpinan Instansi vertikal, Para Camat, Para Kepala Puskesmas serta tamu undangan lainnya.

Wabup Touna, Ilham dalam sambutannya menyampaikan Dalam kegiatan  Wakil Bupati Tojo Una Una menyampaikan bahwa Stunting merupakan salah satu masalah gizi, yang saat ini dihadapi oleh bangsa Indonesia.

“Masalah stunting menjadi agenda pembangunan nasional, stunting merupakan kegiatan pertumbuhan akibat akumulasi ketidak cukupan nutrisi yang berlangsung lama dari usia kehamilan sampai dengan umur balita 24 bulan,” ucap Wabup Ilham.

Ilham mengatakan, dampak stunting tidak hanya di rasakan oleh individu yang mengalaminya tetapi juga terdampak pada roda perekonomian dan pembangunan.

“Hal ini terjadi sumber daya manusia memiliki sumber daya manusia yang lebih rendah di bandingkan dengan sumber daya manusia normal, yang akan mempengaruhi daya saing daerah maupun bangsa dan menghadapi tantangan global,” ucap Wabup.

Ilham juga mengatakan,  menurut WHO batasan-batasan turbulensi stunting sebesar 20% sesuai dengan hasil team surveilans status gizi Indonesia pada tahun 2021 turbenlensi stunting di Indonesia sebesar 24,4% atau menurun 6,4% dari angka 38,8% pada tahun 2018.

“Turbenlensi Stunting di Sulawesi Tengah berdasarkan hasil survey SSPI tahun 2021 berada di angka 29,3 persen, sedangkan Kabupaten Touna berada di 29,4 persen,” ujarnya

Wabup menambahkan, Presiden Republik Indonesia telah menandatangani peraturan Presiden nomor : 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting, Peraturan tersebut bersetujuan mewujudkan komitmen mempercepat strategi penurunan stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 yang berdasarkan rencana pembangunan jangka panjang dan menengah Nasional tahun 2020-2024.

“Pemkab Touna telah menganggarkan sejumlah dana yang di peruntukan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Touna yang sebelumnya telah dibahas bersama DPRD Touna, Saya mengharapkan anggaran tersebut di gunakan oleh kepala Puskesmas benar-benar  untuk peruntukannya, sehingga angka stunting Kabupaten Touna menurun,” tambahnya.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.