Hari Raya Idul Adha 1443 H, Keluarga WBP Lapas Ampana Antusias Antar Barang Titipan

Petugas Lapas Ampana Saat Melayani Titipan Barang WBP.

TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana membuka layanan titipan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di hari Raya Idul Adha 1443 H, Minggu (10/7).

Bersamaan dengan pembukaan titipan, Besukan WBP juga telah dibuka dalam tahap percobaan dengan beberapa persyaratan.

Resmi pembukaan Besukan Lapas Ampana akan dilaksanakan pada hari Senin 11 Juli 2022, hal ini dilakukan setelah menerima surat edaran dari Direktorat Jendral Pemasyarakatan Nomor PAS-12.HH.01.02 Tahun 2022.

Kepala Lapas Kelas IIB Ampana Gunawan menyampaikan, sejak adanya wabah pandemi Covid-19 kunjungan tatap muka di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia ditiadakan, sehingga dalam beberapa tahun terakhir kunjungan bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dialihkan secara daring melalui sambungan telepon.

“Namun, setelah melalui masa Pandemi tersebut akhirnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) maupun keluarganya di seluruh Indonesia dapat tersenyum lantaran keluarnya surat keputusan menteri terkait aturan kunjungan tatap muka,” ucap Kalapas.

Gunawan mengatakan, terbebasnya kita dari belenggu covid 19 ini, berkat kerja sama dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

“Dalam sistem pemasyarakatan peran petugas dan didorong oleh kerja sama WBP serta keluarga dalam mematuhi protokol kesehatan ini, sehingga memberikan dampak signifikan untuk perubahan status covid yang semenjak awal Pandemi, kemudian berubah menjadi penyakit endemi,” ujarnya.

Gunawan mengungkapkan, bahwa lebaran kali ini jumlah titipan membludak dari yang biasanya berkisar di 50-60 titipan, naik menjadi 94 titipan yang diterima langsung oleh Tim Front officer khusus ditugaskan pada saat lebaran.

“Dengan menempatkan salah satu perwira sebagai pengawas dan jugaa saat Kunjungan di buka, telah menyentuh angka 45 pembesuk yang lolos uji syarat kunjungan yaitu Minimal Vaksin Ke 3 dan atau memiliki surat keterangan Rapid maupun swab antigen, serta keterangan tidak dapat menerima vaksin dengan kondisi tertentu yang dibuat oleh pihak dokter instansi pemerintah,” ungkapnya.

Menurut Gunawan, syarat yang di buat merupakan bentuk pencegahan penularan penyakit endemi Covid-19 di dalam lapas. Walaupun menurut masyarakat covid-19 telah usai, tidak menutup kemungkinan penyebaran virus masih tetap berlangsung.

“Karena kesehatan itu penting dan menjadi tanggung jawab kita bersama, Olehnya kalapas menghimbau “kepada semua petugas juga pihak keluarga WBP agar mematuhi aturan tata tertib lalulintas besukan sesuai arahan dari dirjenpas yang terpampang jelas di depan lapas,” tukasnya.(yya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.