Bupati Touna Bersama Wakil Bupati dan Kapolres Ikuti Video Conference Rakor TPID Tahun 2022

Bupati Touna Bersama Wakil Bupati dan Kapolres Ikuti Video Conference Rakor TPID Tahun 2022.

TOUNA –  Bupati Touna, Mohammad Lahay, SE, MM, bersama Wakil Bupati Ilham Lawidu, SH dan Kapolres Touna, AKBP Riski Fara Sandhy, SIK. MIK mengikuti Video Conference dalam rangka Rapat Kordinasi (Rakor) Tim Penanganan Inflasi Daerah (TPID) se- Indonesia Tahun 2022, Selasa (30/8/2022) bertempat di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Touna.

Video Conference ini juga dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Touna, Rusmin Labudu S.Sos, M.Si, Danramil 1307-05/Ratolindo Kapten Inf. Bolo, Sekretaris DPRD Touna, Surya, S.Sos,M.Si, Inspektur Daerah, Sekretaris Dinas Perindag, Sekretaris Bappelitbangda, Kabag Ekonomi, serta Pejabat terkait.

Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo dan Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono. Dari tempat terpisah hadir Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi H. Abdul Halim Iskandar.

Mendagri Tito Karnavian saat menyampaikan arahannya.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan dengan adanya pandemi COVID-19, semua negara, semua kepala daerah di seluruh Indonesia, sama-sama menghadapi krisis kesehatan yang sama besar untuk pertama kalinya terbesar dalam sejarah yang berlangsung selama dua tahun lebih dan saat ini juga belum selesai.

“Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita termasuk negara yang bisa mengendalikan COVID-19 dan survive secara ekonomi, karena semua kepala negara, kepala daerah berada pada persoalan yang sama yaitu targetnya dalam menghadapi COVID-19 adalah bisa mengendalikan pandemi dengan berbagai indikatornya yang berdampak menurunnya kasus tersebut di bawah standar,” ucap Mantan Kapolri tersebut.

Tito Karnavian mengatakan, bahwa ekonomi Indonesia tumbuh relatif cukup baik, namun ada hal yang perlu diwaspadai yaitu ketidakmampuan negara-negara lain mengatasi pandemi COVID-19 dan ketidakmampuan negara lain menjaga ekonominya yang bisa berdampak ke Indonesia, karena Indonesia merupakan bagian dari sistem globalisasi ekonomi.

“Ditambah lagi perang Rusia dan Ukraina yang berdampak terhadap perekonomian, Invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan ekonomi global mengalami efek dari pertumbuhan yang lebih lambat dan inflasi yang lebih cepat,” kata Tito.

“Untuk itu, dampak tersebut akan mengalir ketiga saluran utama Antara lain harga komoditas yang lebih tinggi, ekonomi dan perdagangan akan terganggu serta berkurangnya kepercayaan bisnis dan ketidakpastian,” tutupnya.*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.