Bawaslu Touna Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bagi Pelajar dan Mahasiswa

Anggota Bawaslu Sulteng, Sutarmin Hi. Ahmad Saat Membuka Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Kepada Pelajar dan Mahasiswa.Foto: Bawaslu Touna.

TOUNA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Pelajar dan Mahasiswa bertempat di Hotel Grand Pink Jalan Salimu Kelurahan Uentanaga Bawah, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Touna, Selasa, (20/9/2022).

Kegiatan ini, dirangkaikan dengan Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) bersama organisasi kemasyarakatan Persaudaraan Masyarakat Taa, Organisasi Kepemudaan Himpunan Pemuda Alkhairaat Touna, Gerakan Pemuda Ansor Touna, dan Lembaga Kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat PSDKU Untad II Touna, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Touna.

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Sulteng, Sutarmin Hi. Ahmad, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Touna, Herlina Leonita Sandewa, Ketua Bawaslu Touna, Drs. Abas dan Anggota Bawaslu Touna, Leming, S.Ag.

Sutarmin Hi. Ahmad saat membuka kegiatan tersebut mengajak agar pelajar dan mahasiswa tetap optimis dalam menggapai cita-cita dan harapan setinggi langit.

Seperti saya misalnya meskipun dari kampung, saya tetap optimis bisa belajar hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Seperti kata Bung Karno, bermimpilah setinggi langit, kalaupun kita jatuh, maka kita akan jatuh diantara bintang bintang,” ujarnya

Ia menambahkan bahwa tak hanya Bung Karno, Anies Baswedan juga mengemukakan bahwa anak muda memang minim pengalaman, karena mereka tidak menawarkan masa lalu, melainkan menawarkan masa depan.

“Prof Anies Baswedan juga berkata, anak muda itu memang sedikit pengalaman, karena ia menawarkan masa depan”. Tambahnya.

Lebih lanjut Sutarmin menjelaskan pentingnya Pengawasan Partisipatif disosialisasikan kepada pelajar dan mahasiswa agar memiliki pemahaman tentang bahaya politik uang didalam momentum pemilihan umum sehingga kualitas penyelenggaraan pemilu, bisa berjalan adil dan demokratis.

“Betapa pentingnya kegiatan seperti ini sebagai bentuk tanggung jawab agar pemilu berjalan adil dan demokratis”. Tutupnya

Seperti diketahui bahwa, Sutarmin Hi. Ahmad telah memasuki masa akhir tugas sebagai Anggota Bawaslu Sulteng, setelah menjabat sebagai Anggota Bawaslu Sulteng selama kurun waktu 5 (Lima) tahun.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kabupaten Tojo Una-Una, Herlina Leonita Sandewa yang juga hadir sebagai narasumber kegiatan tersebut juga mengungkapkan bahwa politik uang tak hanya menggerus kualitas demokrasi, melainkan juga merupakan perilaku yang mengarah pada hal-hal yang haram, sebab calon terpilih kemungkinan akan berorientasi pada perilaku koruptif.

“jadi adek-adek, jangan mau ikut-ikutan menerima politik uang itu, pertama tidak bagus untuk demokrasi kita, yang kedua itu haram. Lugas Ibu Nona (Sapaannya).

Setelah sosialisasi dilaksanakan, para pelajar dan mahasiswa saling berebut tempat untuk berpose dengan para narasumber dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan Aktivis mahasiswa HMI dan PMII.

Sumber Humas Bawaslu Touna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.